13 August 2014

BAHAYA KEGEMUKAN SAAT HAMIL


 Ibu yang sedang hamil tentu harus memiliki gizi yang cukup dan tidak boleh kurang. Meski begitu, memiliki gizi yang berlebih hingga mengakibatkan ibu hamil (bumil) kelebihan berat badan, juga tidak boleh terjadi.

Sudah banyak studi yang mengatakan akibat dari bumil yang obesitas. Salah satunya juga dapat berakibat pada bayi yang akan dilahirkan. Berikut beberapa akibat bayi yang lahir dari ibu yang obesitas seperti dirangkum detikHealth, Rabu (13/8/2014).

http://health.detik.com/read/2014/08/13/182259/2661394/1299/terlalu-gemuk-saat-hamil-ini-6-risiko-yang-dihadapi-anak

16 January 2014

MAKAN DI MEJA MAKAN CEGAH ANAK KEGEMUKAN

Anak gemuk tidak lagi terlihat lucu saat risiko penyakit ternyata mengintai dari tubuh gemuknya. Itulah mengapa, perlu ada upaya khusus untuk menekan prevalensi kegemukan pada anak. Menurut sebuah studi baru, anak-anak yang makan di meja makan cenderung memiliki badan yang lebih langsing dibandingkan dengan anak-anak yang tidak.
Para peneliti mengatakan, anak-anak yang melayani diri mereka sendiri pada piring yang telah disiapkan di meja makan cenderung untuk makan lebih sedikit. "Anak-anak yang makan di meja makan juga belajar untuk mengenali rasa kenyang lebih cepat daripada mereka yang diberikan sepiring penuh makanan di depan televisi.
Ketua studi Brent McBride, direktur laboratorium perkambangan anak di University of Illinoismengatakan, makan dengan keluarga di meja makan memberikan anak kesempatan untuk belajar hal-hal seperti porsi dan pemilihan makanan.
"Ketika makan sudah disiapkan di piring, anak-anak tidak pernah belajar untuk mengenali tanda-tanda lapar pada dirinya. Dia akan kesulitan untuk mengatakan bahwa porsi yang disiapkan terlalu banyak untuknya," ujarnya.
Menurut McBride, pengasuh juga sering memaksakan untuk menghabiskan makanan yang ada di piring meskipun anak sudah kenyang. Padahal porsi yang disiapkan oleh pengasuh belum tentu sesuai dengan kemampuan anak.
Dalam studi yang dipublikasi dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tersebut, peneliti melibatkan 100 anak-anak yang berusia dua hingga lima tahun di Amerika Serikat. Mereka menemukan, anak-anak yang terbiasa makan di meja makan rata-rata memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang makan di depan televisi.
Menurut peneliti, IMT yang lebih tinggi berkaitan dengan jumlah makanan yang lebih banyak di depan televisi. Tak hanya pada anak, para peneliti mengatakan hal yang sama juga terjadi pada orang dewasa.
Dipti Dev, lulusan ilmu nutrisi di University Illinois mengatakan, daripada bertanya, "sudahkah kamu selesai?", orangtua sebaiknya bertanya, "sudahkah kamu kenyang?". Kemudian bisa dilanjutkan dengan, "jika kamu masih lapar, kamu bisa menambah lagi."
"Bertanya dengan pertanyaan yang tepat pada anak akan membuat mereka belajar untuk "mendengarkan" sendiri petunjuk dari tubuh mereka," pungkas Dev.

15 January 2014

ANAK GEMUK BERESIKO SERANGAN JANTUNG

Melihat anak gemuk yang lucu memang menggemaskan.  Tetapi di balik kelucuan itu justru ada hal yang membuat tidak lucu. Apa pasalnya? Ya, karena kegemukan  justru membuat anak menjadi rawan akan penyakit.  

Dalam kajian terbaru, para ahli kesehatan di Belanda mengindikasikan, penyakit jantung yang lazimnya diderita oleh mereka yang berusia paruh baya, kini juga mengancam  anak-anak berusia 2-12 tahun yang memiliki bobot kelewat gemuk aliasobesitas yang parah. Obesitas atau kegemukan merupakan masalah global, bukan hanya menimpa pada orang dewasa tapi juga anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang. 

Dari penelitian yang dilakukan terhadap 307 anak obesitas diketahui, sebanyak dua pertiganya sudah memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit jantung, misalnya tekanan darah tinggi atau hipertensi.