15 January 2014

SEDOT LEMAK TAK KURANGI LEMAK PERUT


Di tengah berkembang pesatnya metode bedah kecantikan, sedot lemak menjadi salah satu pilihan praktis untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman. Hanya, untuk mengurangi lemak perut atau lemak viseral, metode tersebut seharusnya tidak dapat jadi andalan.

Pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, mengatakan, sedot lemak hanya dapat mengangkat lemak di bawah kulit (subkutan), bukan lemak yang ada di rongga perut. Ini artinya, sedot lemak juga tidak dapat mengurangi risiko kesehatan yang dipengaruhi oleh lemak perut.

Lemak perut, kata Fiastuti, lebih berbahaya daripada jenis lemak lainnya. Pasalnya lemak perut merupakan lemak yang tertimbun di bagian rongga perut yang terdapat banyak organ vital.
"Organ-organ penting seperti lambung, limpa, hati, ginjal terdapat di rongga perut. Keberadaan lemak di sana dapat mengganggu fungsi organ-organ tadi kerena lemak melekat di permukaannya," ujarnya dalam diskusi kesehatan bertajuk 'Resolusi "The New Healthy Me" ala Zespri Kiwifruit', di Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Lemak perut juga diketahui mengandung ratusan hormon, salah satunya hormon kortisol. Hormon

LEMAK DIDALAM PERUT ITU BERBAHAYA!

“Sudah agak kecil kan dokter, perut saya?” Kata seorang pasien waktu saya memeriksanya.

“Kecil memang,kalau lagi tidur begini, coba lihat lagi duduk atau berdiri di depan kaca”, seloroh saya.

“Ya, dokter, masih seperti dulu, waktu dia duduk dan melihat perutnya yang kelihatan menonjol, dan waktu saya bercermin, perut ini bahkan kelihatan lebih besar lagi dokter”, ungkap pasien.

“Saya takut seperti Ibu saya yang menderita diabetes.  Sebelum beliau diberitahu menderita itu, perutnya juga besar sekali, kami kira hamil, dan beliau akhirnya meninggal karena kanker payudara, apa ada hubungannya dokter”, cerita pasien dengan nada bertanya

“Ya, memang ada hubungannya, tidak hanya dengan diabetes melitus, kanker payudara, tetapi juga dengan penyakit lain, seperti  hipertensi, penyakit kardiovaskuler, rematik, asma, bahkan kesuburan, penyakit pikun dan lain-lain”, jawab saya sedikit berusaha mengerang kan kepada pasien yang kelihatan cerdas ini.

Banyak pertanyaan yang diajukan oleh pasien ini tentang perutnya yang buncit itu, termasuk ukuran perut yang normal itu berapa, apa penyebabnya, lemak yang mana yang berbahaya dan mengapa sampai bisa seperti itu.

13 January 2014

CEGAH KANKER SERVIKS DENGAN MENERAPKAN DIET SEHAT


Sebagai salah satu jenis kanker yang mematikan bagi wanita, penting untuk melakukan berbagai upaya demi menurunkan risikonya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki diet dan pola makan Anda.

"Kanker serviks, kanker yang tumbuh secara lambat dan dimulai di bagian bawah rahim sampai saat ini masih menjadi penyakit yang mematikan," ujar Dr Bandita Sinha, spesialis kebidanan dan kandungan Fortis Hiranandani Hospital.

Sesuai laporan dari National Cancer Institute, sepertiga dari semua kematian akibat kanker serviks berhubungan dengan diet yang salah. Faktanya kanker serviks dapat dicegah dengan mengonsumsi jenis makanan tertentu, terutama yang mengandung antioksidan karena mampu melawan kanker. Dengan memperbanyak konsumsi makanan jenis ini, efek radikal bebas akan bisa diatasi. 

Lebih disarankan untuk mengombinasikannya dalam diet variasi, berikut daftar asupan yang bisa membantu mencegah datangnya kanker serviks, seperti dilansir Health Me Up, Jumat (10/1/2014):

1. Vitamin A, C, E, dan kalsium
Vitamin A, C dan E merupakan bentuk antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sebuah studi yang diterbitkan dalam "International Journal of Gynaecologic Cancer menemukan bahwa pasien yang cukup asupan vitamin-vitamin ini memiliki viral load yang lebih rendah dari HPV. Perbanyak konsumsi jeruk, wortel, labu, telur, hati, tuna dan produk susu. 

2. Vitamin B folat