26 November 2013

GIZI DAN NUTRISI YANG BAIK UNTUK ANAK

Setiap orangtua, termasuk Anda, tentu ingin sang buah hati tumbuh sehat dan cerdas, bukan? Nah, kecerdasan ternyata tidak terjadi dengan sendirinya melainkan terbentuk saat usia kanak-kanak.
"Sejak dalam rahim ibunya, kecerdasan janin sudah terbentuk," ungkap Guru Besar Gizi dari Departemen Ilmud an Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Made Astawan.
Ya, sekitar 80 persen otak terbentuk saat ibu mengandung calon jabang bayi. Proses pembentukan otak janin tentunya membutuhan asupan gizi yang baik.
"Gizi yang baik ketika hamil menentukan berat badan bayi yang cukup dan baik saat lahir. Sebaliknya, bila berat badan bayi kurang akan memengaruhi kekebalan tubuh, mudah sakit, dan berefek pada kecerdasannya. Riset membuktikan, anak yang kurang gizi saat bayi cenderung mudah mengalami penyakit degeneratif kelak saat dewasa seperti obesitas, sakit jantung, dan stroke,” papar Astawan.   
Kecerdasan, lanjut Astawan, ditentukan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor genetik dari kedua orangtua, faktor epigenetik berupa pengaruh lingkungan dan stimulasi dari orangtua serta orang di sekitarnya, dan faktor asupan gizi yang baik. Dengan asupan gizi yang baik, kata Astawan, akan terbentuk 100 miliar sel neuron pada otak anak.

AJAK ANAK SANTAP MAKANAN SEHAT

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, prevalensi gizi kurang dan gizi buruk balita di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar 17,9 persen sedangkan yang tergolong pendek sebesar 35,6 persen. Selain itu, sebanyak 14,2 persen balita dengan berat badan lebih. Angka ini tentu memprihatinkan.
“Jika tidak teratasi kita akan menghadapi generasi dengan masalah gizi dalam kurun waktu 20 – 25 tahun mendatang," tegas Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Made Astawan.
Seperti kita tahu, gizi buruk dapat menimbulkan risiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi malnutrisi dapat menyebabkan beragam penyakit seperti obesitas atau penyakit regeneratif yang timbul karena menurunnya fungsi-fungsi organ tubuh. Karena itulah, pengetahuan, pemahaman bahkan kepedulian akan gizi perlu ditingkatkan.
“Hal yang sangat berperan adalah faktor ekonomi dan pendidikan gizi. Tak sedikit masyarakat yang berkecukupan secara finansial akan tetapi tingkat pengetahuan gizi rendah, sehingga yang terjadi anak mengalami obesitas, begitupun masyarakat yang memang kurang secara finansial sehingga gizinya pun kurang,” papar Prof. Astawan.

19 October 2013

GAMPANG LEMAS SAAT DIET? CARI TAHU SALAHNYA DISINI.


Diet yang baik seharusnya membuat seseorang lebih sehat, bugar dan produktif dalam bekerja. Bila kemudian menjadi lemas dan tidak bersemangat, maka ada sesuatu yang salam dalam dietnya. Apa saja kesalahan diet yang bikin lemas?





"Tubuh kita bergantung pada energi dan nutrisi yang kita dapat dari makanan tertentu. Jadi apapun yang kita makan, dan cara kita makan, bisa memperkuat maupun memperlemah kita," kata Jennifer Sacheck, Phd, pakar nutrisi dari Friedman School of Nutrition. Berikut ini beberapa kesalahan saat diet yang melemahkan tubuh, seperti dikutip dari Healthyliving, Kamis (17/10/2013).

1. Terlalu lama tidak makan
Tiap kali menahan lapar lebih dari 2 jam, kadar gula darah akan drop dan menyebabkan rasa lemas. Bukan cuma otot yang melemah, otak pun melambat karena otak juga butuh energi untuk bisa bekerja. Bila sudah merasa lemas, lesu dan mudah tersinggung, tidak diharamkan untuk mengonsumsi sesuatu seperti cemilan selama jumlah dan kandungan gulanya terkontrol.

2. Salah menu sarapan
Memangkas asupan karbohidrat adalah salah satu cara ampuh untuk menurunkan berat badan, karena di dala tubuh komponen gizi ini akan dipecah menjadi gula. Bila tidak terpakai sebagai sumber energi, maka lemak akan terbentuk sebagai cadangan energi. Sebuah studi di Tufts University menunjukkan bahwa perempuan yang terlalu banyak memangkas karbohidrat dalam dietnya cenderung lebih lambat mengerjakan tugas-tugas bebasis daya ingat.