7 November 2014

MAKANAN YANG WAJIB DI HINDARI JIKA ANDA RIWAYAT HIPERTENSI

Tekanan darah tinggi atau hipertensi kini telah menjadi masalah kesehatan di banyak negara. Peningkatan jumlah orang yang menderita hipertensi di negara-negara berkembang sebagian besar disebabkan kadar garam yang tinggi dalam makanan, obesitas, dan konsumsi alkohol oleh laki-laki.

Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko terbesar untuk penyakit jantung dan stroke. Meski begitu, tekanan darah tinggi sebenarnya adalah faktor risiko yang paling dapat dikontrol, antara lain dengan pengaturan pola makan. 

Konsumsi yodium yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 2.400 mikogram perhari atau sekitar 1-1,5 sendok garam beryodium. 

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang sebaiknya dihindari jika Anda menderita hipertensi.

- Daging merah
Pilihlah daging merah dalam porsi kecil, jika memungkinkan tanpa lemak. Makanan berlemak berakibat buruk pada jantung dan pembuluh darah. Hindari pula daging asap (bacon) atau pun sosis karena kandungan sodiumnya cukup tinggi.

- Mi instan
Mi instan  kemasan atau dalam gelas, memang menjadi makanan penghilang lapar yang praktis dan rasanya enak. Tetapi satu kemasan mi instan bisa mengandung 14 gram lemak dan lebih dari 1.500 sodium. 

- Alkohol
Sering mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tekanan darah. Alkohol juga akan merusak dinding pembuluh darah sehingga akibatnya sangat buruk. 

- Donat
Makanan "kecil" yang disukai banyak orang ini sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi atau orang yang ingin sehat. Dalam satu buah donat terkandung lebih dari 300 kalori dengan 42 persen lemak dan 54 persen karbohidrat. Donat yang digoreng juga akan membuatnya banyak mengandung lemak trans. 

- Sup kalengan
Rata-rata sup kalengan dan makanan kalengan lainnya ukuran kecil mengandung sekitar 760 mg sodium. 

Makanan sehari-hari lainnya yang mengandung garam cukup tinggi antara lain mi bakso, mi ayam, roti, pizza, keju, dan sebagainya. 

http://health.kompas.com/read/2014/10/30/081500423/Hindari.Makanan.Ini.jika.Derita.Hipertensi.

ORANG GEMUK ITU BIASANYA KURANG GIZI

Jika orang yang kurus sering dianggap kurang gizi, maka orang yang kegemukan dikatakan kelebihan gizi. Padahal, orang yang kegemukan sebenarnya juga bisa mengalami kekurangan gizi. 

Pola makan tinggi lemak dan karbohidrat, seperti mengonsumsi mi, kue-kue, keripik, nasi, dan biskuit, bisa membuat seseorang mengasup banyak kalori tetapi sedikit nutrisi. Akibatnya adalah kegemukan. Demikian disampaikan Dr.Sally Norton, konsultan bidang penurunan berat badan dan operasi gastrointestinal.

Ia mengatakan, salah satu sumber yang perlu diwaspadai adalah banyaknya kedai kopi yang membuat minuman mengandung gula tinggi serta minuman ringan di toko-toko yang mudah dijangkau anak. Selain itu, menurutnya banyak dokter muda yang mendapat pengetahuan minim mengenai nutrisi. 

Kebiasaan mengasup makanan cepat saji juga membuat seseorang kekurangan protein, vitamin, dan mineral, yang cukup. 

Sayangnya kurang gizi terkadang tidak disadari. Padahal, dalam skala ringan, kurang gizi bisa menimbulkan gejala pada tubuh, misalnya rambut rontok, nafsu makan tinggi, dan kelelahan.

"Banyak orang yang kekurangan vitamin A,C, D, kalsium, dan zat besi, tapi mereka banyak mengonsumsi lemak jenuh, kolesterol, dan sodium," kata Norton.

Padahal, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa apa yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan. Dengan mengonsumsi makanan segar dan bernutrisi, kita bukan cuma bisa mengatasi masalah kesehatan yang sudah dimiliki, namun kita juga dapat mencegah penyakit. 

Di Indonesia sendiri, tiga besar penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian adalah stroke, hipertensi, dan diabetes. Ketiganya merupakan penyakit yang berhubungan dengan kegemukan dan pola makan yang salah. 

Para ahli sejak ratusan tahun lalu sudah mengatakan bahwa makanan adalah obat terbaik bagi tubuh. "Dokter di masa depan tidak lagi mengobati manusia dengan obat, tapi bisa menyembuhkan dan mencegah penyakit dengan nutrisi," kata Thomas Edison, penemu bola lampu, 100 tahun yang lalu.

http://health.kompas.com/read/2014/11/07/121000223/Orang.Gemuk.Biasanya.Kurang.Gizi

28 September 2014

BERAPA BATAS AMAN KURANGI KALORI

Ketika bertujuan mengurangi berat badan, kalori yang dimakan perlu lebih sedikit daripada yang dikeluarkan. Namun mengurangi kalori bukanlah sesuatu yang sederhana, pasalnya tubuh tetap membutuhkan kalori. Jadi berapakah batas aman mengurangi kalori?
Menurut Kathleen Zelman, ahli gizi sekaligus kontributor untuk situs kesehatan webMD,mengurangi kalori lebih besar dari 1.050-1.200 perhari justru kontraproduktif. Alasannya, kondisi tersebut akan mengurangi massa otot. Padahal otot dapat membantu tubuh untuk meningkatkan metabolisme sehingga tubuh pun dapat membakar kalori lebih banyak.
"Ketika Anda makan terlalu sedikit kalori, selain kehilangan lemak, Anda juga akan kehilangan massa otot yang berharga," ujarnya.
Maka, Zelman pun menyarankan agar pengurangan kalori tidak lebih dari 500 kalori perharinya. Melalui cara itu, per minggunya, tubuh akan mengurangi sekitar 450 gram berat badan atau sekitar dua kilogram setiap bulannya.
Senada dengan Zelman, dokter spesialis gizi klinis Samuel Oetoro mengatakan, batas aman mengurangi berat badan adalah 2-4 kilogram dalam satu bulan. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan ada fungsi tubuh yang akan terganggu.
"Mengurangi berat badan sebaiknya tidak terlalu cepat," imbuhnya saat dihubungi Kompas Health, Jumat (17/1/2014) lalu.
Menurutnya, untuk mengurangi kalori dengan aman, pilihan makanan menjadi hal yang penting. Samuel mencontohkan, dalam memilih karbohidrat sebaiknya dipilih yang indeks glikemiknya rendah seperti nasi merah atau kentang dengan kulit. Selain itu, daripada mendapat asupan lemak dari goreng-gorengan, lebih baik dari kacang atau ikan.
Begitu pula dengan protein, pemilihan daging tanpa lemak dengan cara masak direbus atau dibakar lebih baik daripada digoreng. Dengan begitu, kalori yang asup bisa "dihemat" namun kebutuhan zat gizi bisa dipenuhi.
Agar penurunan berat badan lebih efektif, lanjut Samuel, olahraga pun perlu dilakukan. "Olahraga penting untuk dilakukan, dan untuk membakar lemak, durasinya harus lebih dari 30 menit dengan intensitas ringan hingga sedang," jelasnya.
Menurutnya, olahraga yang dilakukan kurang dari 30 menit belum cukup untuk membakar lemak. Sehingga olahraga seperti bersepeda, berenang, atau berjalan kaki yang dilakukan selama satu jam adalah yang paling disarankan.
http://health.kompas.com/read/2014/01/19/1727050/Berapa.Batas.Aman.Kurangi.Kalori.