7 December 2013
4 December 2013
TETAP SEHAT DAN LANGSING MESKI KERJA PADA MALAM HARI
Anda patut bersyukur jika memiliki jam kerja yang berangkat di pagi hari dan selesai di sore atau malam hari. Pasalnya jam bekerja tersebut paling sesuai dengan jam biologis manusia, yang aktif di siang hari dan istirahat di malam hari.
Penelitian menunjukkan, waktu bekerja di luar jam tersebut akan memicu berbagai gangguan kesehatan, salah satunya kelebihan berat badan atau obesitas. Ini berhubungan dengan terganggunya irama sirkadian tubuh yang membuat tubuh lebih banyak menyimpan lemak.
Namun, untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, seperti pekerja seni, arsitek, desainer, dan beberapa jenis pekerjaan lain, waktu kerja mungkin bisa berbalik dari waktu kerja pada umumnya. Jika Anda merupakan salah satunya, tak perlu khawatir. Masih ada cara agar Anda terhindar dari risiko obesitas.
Keri Gans, pakar program penurunan berat badan asal Amerika Serikat, mengatakan, kunci menjaga berat badan ideal meski bekerja di jam malam adalah tetap menjaga kesehatan dan selalu sedia camilan sehat agar tidak kehabisan energi. Camilan sehat, jelas dia, dapat membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil saat harus bekerja di malam hari.
"Apa pun yang dimakan, selama kombinasinya tepat dan dimakan pada setiap beberapa jam akan sangat membantu mengatasi lelah dan menjaga metabolisme," ujar penulis buku The Small Change Diet ini.
TERAPI PEMBEKUAN LEMAK TAK BISA SEMBARANG ORANG
Pembekuan lemak perut (fat freezing tummy sculpting) sebetulnya bukanlah bentuk terapi baru. Terapi yang juga kerap disebut Zeltiq ini kembali menjadi tren, apalagi setelah Kate Middleton dikabarkan memilih terapi ini untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal usai melahirkan.
Meski terapi ini tidak hanya digemari wanita tapi juga pria, sayangnya hanya orang dengan kriteria tertentu yang bisa menjalani terapi ini.
"Terapi ini sesuai untuk mereka yang memiliki bentuk tubuh bagus, kebiasaan hidup sehat, dan rutin olahraga. Sayangnya, mereka mendapati pola distribusi lemak pada tubuh tidak sesuai keinginan," kata dokter kulit, Dr Debra Jaliman.
Hal senada dikatakan dermatologist asal Boston, Jeffrey Dover. Menurutnya kandidat terbaik untuk terapi zeltiq adalah seseorang yang tidak mengalami kelebihan berat badan. Terapi ini lebih menyasar pasien yang memiliki lemak membandel di perut, pinggul, atau paha.
Hasil terapi terbaik diperoleh wanita yang rutin mengonsumsi makan bernutrisi dan olahraga selama hamil. Namun mereka memiliki sisa lemak akibat kehamilan, dan ingin mendapatkan tubuh kembali ideal pascabersalin.
Meski terapi ini tidak hanya digemari wanita tapi juga pria, sayangnya hanya orang dengan kriteria tertentu yang bisa menjalani terapi ini.
"Terapi ini sesuai untuk mereka yang memiliki bentuk tubuh bagus, kebiasaan hidup sehat, dan rutin olahraga. Sayangnya, mereka mendapati pola distribusi lemak pada tubuh tidak sesuai keinginan," kata dokter kulit, Dr Debra Jaliman.
Hal senada dikatakan dermatologist asal Boston, Jeffrey Dover. Menurutnya kandidat terbaik untuk terapi zeltiq adalah seseorang yang tidak mengalami kelebihan berat badan. Terapi ini lebih menyasar pasien yang memiliki lemak membandel di perut, pinggul, atau paha.
Hasil terapi terbaik diperoleh wanita yang rutin mengonsumsi makan bernutrisi dan olahraga selama hamil. Namun mereka memiliki sisa lemak akibat kehamilan, dan ingin mendapatkan tubuh kembali ideal pascabersalin.
Subscribe to:
Posts (Atom)

